.

Saturday, September 7, 2019

SENANTIASA DI PEREMPATAN YANG SAMA

SENANTIASA DI PEREMPATAN YANG SAMA

Senantiasa di perempatan yang sama. Sendirian saja
Aku hanya bisa bercerita. Tentang bunga-bunga jingga
Tumbuh dari gemuruh rasa yang demikian asing
Dan tak terjemahkan oleh usia yang menua

Sementara engkau, duhai yang kian merahasia
Di perempatan yang sama. Istikomah seperti biasa
Kemarin, hari ini, dan waktu-waktu yang belum tiba
Menunduk ke jalan. Menyerahkan hati yang rawan

kepada Pemilik seluruh perasaan

Senantiasa di perempatan yang sama. Sendirian saja
Aku cuma mampu berkisah. Tentang sepasang kupu-kupu
beterbangan di pucuk kalbu. Di taman yang kubangun
dari rimbun daun waru. Madinah van Java merona ungu

Sedang engkau, duhai yang makin menghijab
Di perempatan yang sama. Istikomah seperti biasa
Mengusir desir-desir ganjil dari relung yang bening
Di kebun batin yang setiap hari kaurawat asri

dengan geletar wirid ayat hirzi

Temboro, 2017
                                    




No comments:

Post a Comment

About

authorAssalamualaikum, nama saya Syukur A. Mirhan. Sekarang ini saya tinggal di Temboro, tautan sosial media di bawah ini.
Learn More →



QUOTES

“Pada akhirnya Cinta, Bukan kata Adalah” ― Syukur A. Mirhan