SENANTIASA DI PEREMPATAN YANG SAMA
SENANTIASA DI PEREMPATAN YANG SAMA
Senantiasa di perempatan yang sama. Sendirian saja
Aku hanya bisa bercerita. Tentang bunga-bunga jingga
Tumbuh dari gemuruh rasa yang demikian asing
Dan tak terjemahkan oleh usia yang menua
Sementara engkau, duhai yang kian merahasia
Di perempatan yang sama. Istikomah seperti biasa
Kemarin, hari ini, dan waktu-waktu yang belum tiba
Menunduk ke jalan. Menyerahkan hati yang rawan
kepada Pemilik seluruh perasaan
Senantiasa di perempatan yang sama. Sendirian saja
Aku cuma mampu berkisah. Tentang sepasang kupu-kupu
beterbangan di pucuk kalbu. Di taman yang kubangun
dari rimbun daun waru. Madinah van Java merona ungu
Sedang engkau, duhai yang makin menghijab
Di perempatan yang sama. Istikomah seperti biasa
Mengusir desir-desir ganjil dari relung yang bening
Di kebun batin yang setiap hari kaurawat asri
dengan geletar wirid ayat hirzi
Temboro, 2017
No comments:
Post a Comment