PADA AKHIRNYA PUISI BERPULANG KEPADA PUISI Blues of Rehmanova
Demikianlah, Dik, pada akhirnya semua kembali niscaya
Engkau pun akan senantiasa bergegas menuju jalan utara
Sedang aku terus bersiap-siap berangkat ke arah tenggara
Mengemasi seluruh cerita yang kurampai dari serakan kata
Demikianlah, Dik, pada akhirnya engkau kembali merahasia
Sebab engkau hijab yang tak boleh siapapun menyingkapnya
Engkau masih kuntum kembang pada pucuk hijau tangkainya
Tak boleh gugur, karena musim semi itu belumlah lagi tiba
Demikianlah, Dik, pada akhirnya engkau pun akan beranjak Menghapus jejak-jejak, menempuh jauh jarak demi jarak
Sedang aku, tersipu-sipu, memunguti sendiri serpihan sajak
Yang berkisah tentang jalur-jalur janur ungu Temboro-Geplak
Demikianlah, Dik, bagai daun-daun tanggal dari ranting pohonan
Jatuh, gugur, luruh, dan hanyut terseret arus banjir kali trangkil
Dari hutan kecil tebing barat jembatan dan tepian bendungan
Luput dari alur hikayat Madinah van Java yang terus mengalir
Demikianlah, Dik, pada akhirnya puisi berpulang kepada puisi
Sedang engkau hanyalah seorang gadis fiksi negeri imajinasi
Tenanglah tenang, Dik, tak perlu resah pergi-pulang mengaji
Biarlah lelaki separuh abad ini menafakuri sesunyian sendiri
Temboro, 2017
![]() |
| Photo by Dikaseva on Unsplash |

No comments:
Post a Comment